Sumber : http://ubetrojer.blogspot.com/
Untuk Ulangan tanggal 31 Oktober 2013 ini yang termokimianya.
Untuk belajar :)
1. Tuliskan
persamaan termokimia untuk data berikut:
a. ∆Hof
H2O(l) = -187,8 kJ mol-1
d. ∆H0f H2SO4(l)
= -843,99 kJ mol-1
b. ∆H0f
H2S(g) = -20,2 kJ mol-1
e. ∆H0f CH3Cl(s) = +74,81
kJ mol-1
c. ∆H0f
CaCO3(s) = -207,8 kJ mol-1
Jawab:
a. H2(g)
+ 1/2O2(g) → H2O(l)
∆H = -187,8 kJ mol-1
b. H2(g)
+ S(s) → H2S(g)
∆H = -20,2 kJ mol-1
c. Ca(s)
+ C(s) + 3/2O2(g) → CaCO3(s)
∆H = -207,8 kJ mol-1
d. H2(g)
+ S(s) + 2O2(g) → H2SO4(l)
∆H = -843,99 kJ mol-1
e. 3/2H2(g)
+ C(s) + 1/2Cl2(g) → CH3Cl(s)
∆H = +74,81 kJ mol-1
2. Pada
suatu percobaan, 3 L air dipanaskan sehingga suhu air naik dari 250C
menjadi 720C. Jika
diketahui massa jenis air = 1g mL-1,
dan kalor jenis air = 4,2 Jg-1 0C-1, tentukan ∆H reaksi
pemanasan tersebut.
Jawab: 592,2
kJ
p = m
v
= 1 gr/mL x
3000 mL
= 3000
gr
Q = m x c x ∆T
= 3000 x 4,2 x (72 – 25)
= 3000 x 4,2 x 47
= 592200 J
= 592,2 kJ
3. Diketahui
reaksi:
C2H4(g)
+ X2(g) → C2H4X2; ∆H
= -178 kJ
Jika energi
ikatan (kJ mol-1)
C =
C =
614
C − C = 348
C –
H =
413
X – X = 186
Tentukan energi
ikatan C – X.
Jawab: 315 kJ


H – C = C – H + X – X → H – C – C – H
X X
∆H = [(4 x 413) + 614 + 186 ] – [(4 x 413) + 348 + (2 x EC – X)]
-178= [ 1652 + 614 + 186] – [1652 + 348 + (2 x EC – X)]
-178 = 2452 – 2000 - (2 x EC – X)
-630 = -(2 x EC – X)
EC
– X = 630/2
= 315 kJ
4.
Diketahui:
2H2(g)
+ O2(g) → 2H2O(l); ∆H = -572 kJ
H2O(l)
→ H2O(g);
∆H = +44 kJ
H2(g)
→ 2H(g);
∆H = +436 kJ
O2(g)
→ 2O(g);
∆H = +495 kJ
Tentukan energi
ikatan rata-rata O – H.
Jawab:



H
2O
(l)
→ H
2(g) + 1/2O
2(g)
∆H = [(+572) : 2] = +286 kJ
H2O(g) → H2O(l)
∆H = -44 kJ


H
2(g) → 2H
(g);
∆H =
+436 kJ

1/2O
2(g) → O
(g);
∆H =
[(+495) : 2] = +247,5 kJ
H2O(g) → 2H(g) + O(g)
∆H = +925,5 kJ
2E(O – H) = 925,5 : 2 = 462,75 kJ
5. Diketahui
reaksi
H2(g)
+ Br2(g) → 2HBr(g) ; ∆H = -72 kJ.
Untuk
menguraikan 11,2 dm3 gas HBr (STP) menjadi H2 dan Br2
diperlukan kalor sebanyak …
Jawab: 18 kJ
Penyelesaian:
Reaksi
penguraian HBr : 2HBr(g) → H2(g) + Br2(g) ; ∆H = 72
kJ

∆H untuk 1 mol HBr = 72 = 36 kJ
2
n HBr = 11,2 = 0,5 mol
22,4
Maka ∆H untuk 0,5 mol = 0,5
mol × 36 kJ = 18 kJ
1 mol
1.Diketahui reaksi :
4 C + 6 H2 + O2 → 2C 2 H5OH, ΔH
= -
13,28 kkal.
Dari reaksi di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan 9,2 gram C 2
H5OH ( Ar C=12; H=1; O=16) , terjadi ….
Penyelesaian :
Mr C 2 H5OH = 46
Mol C 2 H5OH
=
=
0,2 mol
Dari persamaan termokimia di
atas diketahui untuk pembentukan 2 mol C 2 H5OH
ΔH = - 13,28 kkal.
Maka untuk 1 mol C 2 H5OH =
=
-6,64 kkal
Untuk pembentukan 9,2 gram C 2 H5OH (0,2 mol) = 0,2 mol x – 6,64 kkal/mol = -1,328 kkal
2. Diketahui kalor pembakaran
aseteline ( C2H2) adalah a kkal/mol; sedang kalor
pembentukan CO2
(g) = b kkal/mol;
dan kalor pembentukan H2O (l) = c kkal/mol. Maka menurut hukum Hess
, kalor
pembentukan
aseteline adalah ….
Penyelesaian :
Kalor
pembakaran C2H2 : C2H2 +
O2
→2 CO2 +H2O
= a
kkal (dibalik)
Kalor pembentukan CO2 : C + O2 → CO2
= b
kkal (x2)
Kalor pembentukan H2O : H2 +
O2
→ H2O
= c
kkal (tetap)
Kalor pembentukan asetilen : 2C
+ H2 → C2H2
=
...... kkal ?
2CO2 +H2O
→ C2H2 +
O2
= -a
kkal
2C + 2O2 →
2CO2
= 2b
kkal
H2
+
O2
→
H2O
= c
kkal +
2C + H2 →
C2H2
= (-a+2b+c) kkal
3.
Diketahui:
ΔHf CO2 = –393,5 kJ/mol
ΔHf
H2O = –241,8 kJ/mol
Bila diketahui reaksi:
C2H4(g)
+ 3 O2(g) ⎯⎯→ 2 CO2(g) +
2 H2O(g) ΔHc = –1.323 kJ
maka besarnya ΔHf
C2H4 adalah ….
Penyelesaian :
ΔHc
=(2. ΔHf CO2 +2. ΔHf H2O) - (ΔHf C2H4 + 3. ΔHf O2)
-1.323=(2. -393,5 + 2. -241,8 ) - (ΔHf C2H4
+ 0)
-1.323=(-787- 483,6) - ΔHf C2H4
ΔHf
C2H4 =
-1270,6 + 1323
= + 52,4 kJ
4.
Diketahui:
ΔH C3H8 = –104 kJ ΔH CO2 =
–395 kJ ΔH H2O
= –286 kJ
Persamaan reaksi pada pembakaran gas C3H8 sebagai
berikut.
C3H8(g) + 5 O2(g) ⎯⎯→ 3 CO2(g) + 4 H2O(l)
Besarnya perubahan entalpi pada pembakaran 11 gram C3H8 (Ar C = 12, H =
1) adalah … .
Penyelesaian: M r C3H8 =
44
Mol C3H8 =
= 0,25 mol
ΔH reaksi = (3. ΔH CO2 + 4.
ΔH H2O) - (ΔH C3H8 + 0 )
= (3. -395 + 4 .-286) - ( -104 -0)
=(-1185 – 1144) + 104 = -2329 +104 = -2225kJ
ΔH reaksi pembakaran 11 gram C3H8 (0,25 mol) = 0,25 x -2225 kJ
= -556,25 kJ
5.Kalor reaksi yang terjadi pada
reaksi 0,25 mol NaOH(aq) dengan 0,25 mol HCl(aq), jika diketahui
perubahan entalpi
pada reaksi:
NaOH(aq) +
HCl(aq) ⎯⎯→ NaCl(aq) + H2O(l)
ΔH = 56, 60 kJ/mol adalah … .
Penyelesaian :
ΔH reaksi untuk 0,25 mol zat = 0,25 mol x 56, 60 kJ/mol = 14,15 kJ
1. Kapur tohor (CaO) digunakan
untuk melabur rumah agar tampak putih bersih. Sebelum kapur dipakai, terlebih
dahulu dicampur dengan air dan terjadi reaksi yang disertai panas. Apakah
reaksi ini eksoterm atau endoterm? Bagaimana perubahan entalpinya?
Jawab:
Reaksi yang terjadi:
CaO(s) + H2O(l)→ Ca(OH)2 (s)
Oleh karena timbul panas, artinya reaksi tersebut melepaskan kalor atau
reaksinya eksoterm, ini berarti kalor hasil reaksi lebih rendah dari pereaksi.
Jika reaksi itu dilakukan pada tekanan tetap (terbuka) maka kalor yang
dilepaskan menyatakan perubahan entalpi ( ΔH) yang harganya negatif.
2. Sepotong es dimasukkan ke
dalam botol plastik dan ditutup. Dalam jangka waktu tertentu es mencair, tetapi
di dinding botol sebelah luar ada tetesan air. Dari mana tetesan air itu?
Jawab:
Perubahan es menjadi cair memerlukan energi dalam bentuk kalor. Persamaan
kimianya:
H2O(s) + kalor → H2O( l)
3. Larutan NaHCO3 (baking soda)
bereaksi dengan asam klorida menghasilkan larutan natrium klorida, air, dan gas
karbon dioksida. Reaksi menyerap kalor sebesar 11,8 kJ pada tekanan tetap untuk
setiap mol baking soda. Tuliskan persamaan termokimia untuk reaksi tersebut.
Jawab:
Persamaan
kimia setara untuk reaksi tersebut adalah
NaHCO3(aq) + HCl(aq)→ NaCl(aq) + H2O( l) + CO2(g)
Oleh karena reaksi membutuhkan kalor maka entalpi reaksi dituliskan positif.
Persamaan termokimianya:
NaHCO3(aq) + HCl(aq)→ NaCl(aq) + H2O( l) + CO2(g) ΔH= +11,8 kJ
4. Sebanyak 2 mol H2(g) dan 1 mol
O2(g) bereaksi membentuk air disertai pelepasan kalor sebesar 572 kJ.
2H2(g) + O2(g) → 2H2O( l) ΔH = –572 kJ
Tuliskan persamaan termokimia untuk pembentukan satu mol air. Tuliskan juga
reaksi untuk kebalikannya.
Jawab:
Pembentukan satu mol air, berarti mengalikan persamaan termokimia dengan faktor
½ .H2(g) + ½ O2(g)→ H2O( l) ΔH = – 286 kJ
Untuk reaksi kebalikannya:
H2O( l) → H2(g) + ½ O2(g) ΔH = + 286 kJ
5. Berapa kalor yang diperlukan
untuk menaikkan suhu 50 g air dari 25°C menjadi 60°C? Diketahui kalor jenis
air, c = 4,18 J g–°C–1.
Jawab:
Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 50 g air adalah sebesar 50 kali 1 g
air. Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar 35°C adalah sebanyak 35
kali kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1°C. Jadi, kalor yang
diperlukan untuk menaikkan suhu 50 g air dari 25°C menjadi 60°C (ΔT = 35°C)
adalah
Q = m c ΔT
= 50 g × 4,18 J g–1°C–1 × 35°C
= 7,315 kJ
6. Sebanyak 75 mL air dipanaskan
dengan LPG. Jika tidak ada kalor yang terbuang, berapa kalor yang dilepaskan
oleh LPG jika suhu air naik dari 25°C menjadi 90°C? Kalor jenis air, c = 4,18 J
g –1°C–1, massa jenis air 1 g mL–1
Jawab:
• Ubah satuan volume air (mL) ke dalam berat (g) menggunakan massa jenis air.
• Hitung kalor yang diserap oleh air
• Hitung kalor yang dilepaskan dari hasil pembakaran gas LPG
ρ air = 1g mL–1 atau mair = ρ air × volume air
mair = 1 g mL–1 × 75 mL= 75 g
Kalor yang diserap air:
Qair = 75 g × 4,18 J g –1°C–1 × (90–25)°C
= 20,377 kJ
Kalor yang diserap air sama dengan kalor yang dilepaskan oleh pembakaran gas
LPG.
Qair = QLPG atau QLPG = 20,377 kJ
Jadi, kalor yang dilepaskan oleh hasil pembakaran gas
LPG sebesar
20,377 kJ.
7. Ke dalam kalorimeter
dituangkan 50 g air dingin (25°C), kemudian ditambahkan 75g air panas (60°C)
sehingga suhu campuran menjadi 35°C. Jika suhu kalorimeter naik sebesar 7°,
tentukan kapasitas kalor kalorimeter? Diketahui kalor jenis air = 4,18 J g–1
°C–1.
Jawab:
Kalor yang dilepaskan air panas sama dengan kalor yang diserap air dingin dan
kalorimeter.
QAir panas = QAir dingin + QKalorimeter
QAir panas = 75 g × 4,18 J g – 1 °C –1× (35 – 60)°C
= – 7.837,5 J
QAir dingin = 50 g × 4,18 J g – 1 °C –1 × (35 – 25)°C
= + 2.090 J
Qkalorimeter = Ck × Δ T
Oleh karena energi bersifat kekal maka
QAir panas + QAir dingin + QKalorimeter = 0
–7.837,5 J + 2.090 J + (Ck . 7°C) = 0
Ck = 7.837,5 2.090 J/7°C =821 J °C
Jadi, kapasitas kalor kalorimeter 821 J °C–1.
8. Dalam
kalorimeter
yang telah dikalibrasi dan terbuka direaksikan 50g alkohol dan 3g logam
natrium. Jika suhu awal campuran 30°C dan setelah reaksi suhunya 75°C, tentukan
ΔHreaksi. Diketahui kalor jenis larutan 3,65 J g–1 °C–1, kapasitas kalor
kalorimeter 150 J °C–1, dan suhu kalorimeter naik sebesar 10°C.
Jawab:
Kalor yang terlibat dalam reaksi:
Qreaksi + Qlarutan + Qkalorimeter = 0
Qreaksi = –(Qlarutan + Qkalorimeter)
Qlarutan = (mlarutan) (clarutan) ( ΔT)
= (53g) (3,65 J g–1°C–1) (45°C)
= 8.705,25 J
Qkalorimeter = (Ck) ( Δ T)
= (150 J °C–1) (10°C) = 1.500 J
Qreaksi = –(8.705,25 + 1.500) J = –10.205,25 J
Jadi, reaksi alkohol dan logam natrium dilepaskan kalor sebesar 10.205 kJ. Oleh
karena pada percobaan dilakukan pada tekanan tetap maka Qreaksi = Δ Hreaksi =
–10.205 kJ.
1. UMPTN 89 Rayon C
Reaksi kimia sebagai berikut :
C(s) + O
2(g) → CO
2
(g) ΔH° = -393,5 kJ
H
2(g) + ½ O
2(g) →
H
2O (g) ΔH° = -283,8 kJ
2C(g) + H
2(g) → C
2H
2
(g) ΔH° = +226,7 kJ
Atas dasar reaksi diatas, maka kalor
reaksi
C
2H
2(g) + 5/2 O
2(g) →
H
2O (g)+ 2CO
2(g) adalah….
A. -1.297,5 kJ
B. +1.297,5 kJ
C. -906,0 kJ
|
D. -727,9 kJ
E. +274,5 kJ
|
Pembahasan :
Reaksi (1) dikali dua
: -787
Reaksi (2)
tetap
: -283,8
Reaksi (3)
dibalik
: -226,7
-1.297,5
Jawaban : A
2. UMPTN 90 Rayon C
Diketahui :
4NH
3(g) + 7O
2(g) →
4 NO
2 (g) + 6H
2O (l) ΔH = -4c
kJ
Jika kalor pembentukan H
2O (l) dan NH
3 (g)
berturut-turut adalah –a kJ/mol dan –b kJ/mol, maka kalor pembentukan NO
2
(g) sama dengan ….
A. (a + b + c) kJ/mol
B. (-a + b + c) kJ/mol
C. (-1½ a + b + c) kJ/mol
D. (1½ a + b + c) kJ/mol
E. (1½ a - b - c) kJ/mol
Pembahasan :
ΔH = ΔH
f produk - ΔH
f
reaktan
= [ 4 x H
1
NO
2 + 6 x H
f H
2O]-
= [ 4 x H
f
NH
3 + 7 x H
f O
2]
-4c = [ 4 . (x) + 6 (-a) – [4 (-b) + 7 x
0]
x = 1 ½ a – b - c
Jawaban : E
3. UMPTN 90 Rayon A
Dari data :
2H
2 (g) + O
2(g) →
2H
2O(l) ΔH =
-571 kJ
2Ca(s) + O
2(g) → 2CaO
(s) ΔH = -1.269 kJ
CaO(s) + H
2O(l) → Ca
(OH)
2(s) ΔH = -64 kJ
Dapat dihitung entalpi pembentukan Ca
(OH)
2 (s) sebesar….
A. -984 kJ/mol
B. -1.161 kJ/mol
C. -856 kJ/mol
|
D. -1.904 kJ/mol
E. -1.966 kJ/mol
|
Pembahasan :
- Reaksi pembentukan Ca (OH)
2
adalah Ca + O
2 + H
2 → Ca (OH)
2
- Dengan menggunakan data di atas
:
½ x (2H
2 + O
2 → 2H
2O
ΔH = -571 kJ)
½ x (2Ca + O
2 → 2Ca
2O
ΔH = -1.269 kJ)
Ca + H
2O → Ca(OH)
2
ΔH = -64 kJ
Ca + OH + H
2 → Ca (OH)
2
ΔH = -984 kJ
Jawaban : A
4. UMPTN 00 Rayon C
Perhatikan reaksi :
C(s)+ O
2(g) → CO
2(g)
ΔH = -394
kJ/mol
2CO(g) + O
2 (g) → 2CO
2
(g) ΔH = -569 kJ/mol
Reaksi pembentukan 40 gram karbon mono
oksida (M
r = 28) disertai dengan ΔH sebesar ….
A. -547,5 kJ
B. -219 kJ
C. -175 kJ
|
D. +175 kJ
E. +219 kJ
|
Pembahasan :
- Reaksi pembentukan karbon
monoksida, C + ½ O2 → CO
- Dari data di atas :
C + O
2 → CO
2
ΔH = -394 kJ/mol
½ x (2CO
2 → 2CO + O
2 ΔH = +569 kJ/mol)
C + ½ O
2 → CO
ΔH = -109,5 kJ/mol
- Pada pembentukan 140 gram CO :
ΔH = 140 / 28 x (-109,5 kJ/mol)
= -547,5 kJ/mol
Jawaban : A
Soal: Dari data berikut:
2H
2(g) + O
2(g) → 2H
2O(l)
ΔH= - 580 kJ
2Ca(s) + O
2(g) →
2CaO(l) ΔH= - 1269
kJ
CaO(s) + H
2O(l) → Ca(OH)
2(s)
ΔH= - 64 kJ
Dapat dihitung perubahan entalpi pembentukan Ca(OH)
2(s) sebesar
….
- - 989 kJ.mol-1
- - 1161 kJ.mol-1
- - 856 kJ.mol-1
- - 1904 kJ.mol-1
- - 1966 kJ.mol-1
Pembahasan:
H
2(g) + ½O
2(g)
→
H2O( l) ΔH = -
290 kJ
Ca(s) + ½O
2(g)
→
CaO(s) ΔH = - 634,5 kJ
CaO(s) +
H2O(l)
→ Ca(OH)
2(s) ΔH = - 64 kJ
-------------------------------------------------------------- +
Ca(s) + O
2(g) + H
2(g) → Ca(OH)
2(s) ΔH
= - 988,5 kJ
Jawaban: A
Soal: A dan B adalah dua buah unsur gas yang dapat
membentuk senyawa AB. Jika diketahui:
A + B → AB(g) ΔH = x kJ
A + B → AB(l) ΔH = y kJ
A + B → AB(s) ΔH = z kJ
Maka kalor sublimasi AB(s) adalah ….
- z
D. z - x
- x - z
E. x - y - z
- x + y + z
Pembahasan:
A(g) +
B(g) → AB(g)
ΔH = x kJ
AB(s) →
A(g) +
B(g)
ΔH = - z kJ
------------------------------------------------- +
AB(s) →
AB(g) ΔH = (x
- z) kJ
Jawaban: B
Soal: Persamaan termokimia:
HI(g) → ½H
2(g) + ½I
2(s) ΔH = - 6,0
kkal
H
2(g) → 2H(g)
ΔH = 104 kkal
I
2(g) →
2I(g)
ΔH = 56 kkal
I
2(s) → I
2(g)
ΔH = 14 kkal
Harga ΔH untuk H(g) + I(g) → HI(g) …
- - 60
kkal
D. 35 kkal
- - 35
kkal
E. 70 kkal
- 31 kkal
Pembahasan:
½H2(g) +
½I2(s) →
HI(g) ΔH = 6 kkal
H(g) →
½
H2(g) ΔH = - 52 kkal
I(g) →
½ I2(g) ΔH = - 7 kkal
½ I2(g)
→
½ I2(s) ΔH = - 7 kkal
-------------------------------------------------- +
H(g) + I(g) →
HI(g) ΔH = - 60 kkal
Jawaban: A
1. UM-UGM 05
Kalau kalor netralisasi adalah 120 kkal/mol, maka kalor netralisasi 100 mL
HCl 0.1 M dengan 150 mL NaOH 0.075 M adalah….
A. 12 kal
B. 120 kal
C. 2.400 kal
|
D. 1.200 kal
E. 2.400 kal
|
Pembahasan :
HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H
2O(l)
HCl(aq) = 100 x 0.1 = 10 mmol
NaOH(aq) = 150 x 0.075 = 11.25 mmol
Yang habis : HCl(aq) 10 mmol = 0.01 mol
ΔH = 0.01 x 120 kkal = 1.2 kkal
Jawaban : D
2. UM-UGM 04
Diketahui persamaan termokimia :
2H
2 (g) + O
2 (g)
→ 2H
2O
(l)
ΔH = a kJ
2C
a (s) + O
2 (g)
→ 2C
aO (s)
ΔH = b kJ
C
aO(s) + H
2O (l)
→ C
a(OH)
2
(s) ΔH = c kJ
Besarnya ΔH pembentukan Ca(OH)
2(s)
adalah …
A. a + b + c
B. a – b + 2c
C. ½ a + ½ b - c
|
D. a + b – 2c
E. ½ a + ½ b + c
|
Pembahasan :
Reaksi (1) dan (2) dibagi dua reaksi (3) tetap, ΔH
= ½ a + ½ b + c
Jawaban : E
3. UMPTN 01 Rayon B
Jika :
Mg H
2O → MgO +
H
2 ΔH = a kJ/mol
H
2 + O
2
→ H
2O
ΔH = b kJ/mol
2 Mg + O
2 → 2
MgO ΔH = c kJ/mol
maka menurut hukum Hess :
A. b = c + a
B. a = b + c
C. 2a = c – 2b
|
D. 2b = 2c + a
E. 2c = a + 2b
|
Pembahasan :
Dengan menyesuaikan ruas dan koefisien
diperoleh :
2x (Mg + H
2O → MgO + H
2
ΔH = a kJ/mol)
2x (H
2 + O
2 →
H
2 O
ΔH = a kJ/mol)
2 Mg + O
2 → 2
MgO
ΔH = c = 2a + 2b
2a = c – 2b
Jawaban :: C
4. SPMB 04 Regional III
Pada reaksi
2 NH
3 (g) →
N
2
(g) + 3H
2 (l) ΔH =
+1173 kJ
maka energi ikatan rata-rata N-H adalah
…
A. 1.173,0 kJ
B. 586,5 kJ
C. 391,0 kJ
|
D. 195,5 kJ
E. 159,5 kJ
|
Pembahasan :
Energi ikatan rata-rata N – H adalah energi yang
dibutuhkan untuk memutuskan 1 mol ikatan N-H menjadi atom N dan H. Jadi, soal
ini bisa diselesaikan bila disediakan data energi ikatan N = N dan H – H, yaitu
946 dan 436 kJ. Data ΔH reaksi seharusnya +92 kJ, bukan
+ 1.173 kJ.
2NH
3 → N
2 +
3H
2 ΔH
= +93 kJ
ΔH = Σ energi ikatan kiri - Σ
energi ikatan kanan
H = [6 (N – H) – [ (N = N) + 3 (H – N)
92 = [6x] – [946 + 3 (436)
] Þ x = 391 kJ
Jawaban : D
Diketahui kalor pembakaran siklopropana (CH
2)
3
(g) = -a kJ/mol
Kalor pembentukan CO
2(g) =
-b kJ/mol
Kalor pembentukan H
2O (l)=
-c kJ/mol
Maka kalor pembentukan siklopropana
(dalam kJ/mol) ialah …
A. a – 3b – 3c
B. a – 3b + 3c
C. a + 3b – 3c
|
D. a + 3b + 3c
E. -a + 3b + 3c
|
Pembahasan :
Reaksi pembakaran siklopropana
(CH
2)
3 + O
2 →
3CO
2 + 3H
2O ΔH= -a kJ/mol
ΔH = ΔH
f produk - ΔH
f reaktan
-a = [ 3 (-b) +3
(-c)]- [ΔH
f (CH
2)
3 + x O]
ΔH
f (CH
2)
3 = a –3b –3c kJ/mol
Jawaban : A
2. UMPTN 95 Rayon B
Diketahui : ΔH
f H
2O
(g) = -242 kJ mol
-1
ΔH
f CO
2 (g) = -394 kJ mol
-1
ΔH
f C
2H
2 (g) = 52 kJ mol
-1
Jika 52 gram C
2H
2
dibakar secara sempurna sesuai dengan persamaan :
2 C
2H
2 (g) + 50
2
(g) → 4 CO
2 (g) + 2H
2O (g) akan dihasilkan kalor
sebesar ….
(Ar C = 12, H = 1)
A. 391,2 kJ
B. 428,8 kJ
C. 1.082 kJ
|
D. 2.164 kJ
E. 4.328 kJ
|
Pembahasan :
- 2C
2H
2 (g) + 5O
2
(g) → 4 CO
2 (g) + 2 H
2O (g)
ΔH = ΔH
f produk - ΔH
f reaktan
= [
4 (-349) +2 (-242)]-
= [ 2
(52) + 5 (0) ] = -2.164 kJ
Kalor ini dilepaskan pada pembakaran 2 mol C
2H
2.
- Jika ada 52 gram C
2H
2
C
2H
2 = 52/26 = 2 mol
ΔH = 2/2 x (2.164) = 2.164 kJ
Jawaban : D
3. SPMB 04 Regional II
Bila diketahui kalor pembentukan standar, ΔH benzena cair C
6H
6
(l) = +49,00 kJ mol
-1, H
2O (l) = -241,5 kJ mol
-1,
CO
2(g)= -393,5 kJ mol
-1, kalor pembakaran : C
6H
6
(l) + O
2(g) → 3H
2O (g) = -393,5 kJ mol
-1,
maka kalor pembakaran reaksi :
C
6H
6 (l) + O
2(g) →
3H
2O (g) + 6 CO
2 (g) adalah ….
A. -3.135,4 kJ
B. +3.135,4 kJ
C. -684,3 kJ
|
D. +684,3 kJ
E. +586,3 kJ
|
Pembahasan :
ΔH
reaksi = H
f kanan- H
f kiri → H
f
kanan
= [ 6 (-393,5) +3 (-241,81)]-[+49]
= -3.135,4 kJ
Jawaban : A
1. UM-UGM 05
Dalam statosfer, klorofluorometana (freon, CFC) menyerap radiasi berenergi
tinggi dan menghasilkan atom CI yang mempercepat tersingkirnya ozon di udara.
Reaksi yang mungkin terjadi adalah:
a. O
3 + Cl → O
2 +
ClO ΔH = -120 kJ
b . ClO + O → O
2 +
Cl ΔH = -270 kJ
c. O
3 + O → 2O
2
nilai ΔH reaksi yang terakhir
adalah …..
A. -390 kJ
B. -50 kJ
C. 150 kJ
|
D. 390 kJ
E. 200 kJ
|
Pembahasan :
Reaksi (c) penjumlahan dari (a) dan (b). ΔH = -120 –270 = -390 kJ
Jawaban : A
2. Pembakaran sempurna gas metana ditunjukkan oleh
persamaan reaksi berikut :
CH
4 + 2O
2 → CO
2 + 2H
2O
ΔH = -840 kJ
Jika seluruh kalor yang dihasilkan digunakan untuk mendidihkan air yang
mula-mula bersuhu 25°C maka volum air yang bisa dididihkan menggunakan 24
gram metana adalah …. (C =12, H =1; c =4,2 J/g°C)
A. 2,7 L
B. 4,0 L
C. 5,0 L
|
D. 8,0 L
E. 12,0 L
|
Pembahasan :
- CH
4 = 24/16 = 1,5
mol
- Kalor yang dihasilkan pada
pembakaran 1,5 mol CH
4
q
= 1,5 x 840 kJ = 1.260 kJ
= 1.260 x 10
3 J
- Kalor sebanyak ini dapat
mendidihkan air
q
= m x c x ΔT
m = 1.260
x 10
3 / 4.2 x 75
= 4.000 gram
- Karena = 1 g/mL, maka
volum air = 4.000 mL atau 4 liter.
Jawaban : B
3. SPMB 04 Regional I
Diketahui entalpi pembentukan H
2O (l) = -285 kJ mol
-1,
CO
2 (g) = -393 kJ mol
-1, dan C
2H
2
(g) = +227 kJ mol
-1. Jumlah kalor yang dibebaskan pada pembakaran
0,52 gram gas C
2H
2 (Mr = 26)
adalah…. A
A. 25,96kJ
B. 47,06kJ
C. 67,49kJ
|
D. 90,50kJ
E. 129,80kJ
|
Pembahasan :
C
2H
2 + O
2 →
2CO
2 + H
2O
ΔH = 2 (-393) +
(-285) – (227) = -1.298 kJ
C
2H
2 = 0,52 / 26 = 0,02
mol
ΔH = 0,02 (-1.298) = -25,96
kJ
Jawaban : A
4. UMPTN ’97 Rayon B
Diketahui energi ikatan….
C-F = 439 kj
mol
-1
C-Cl = 330 kj mol
-1
F-F = 159
kj mol
-1
Cl-Cl = 243 kj mol
-1
Kalor reaksi untuk reaksi : CF
2Cl
2
+ F
2 → CF
4 + Cl
2
adalah ….
A. + 136 kJ
B. + 302 kJ
C. -302 Kj
|
D. + 622 kJ
E. -622 kJ
|
Pembahasan :
ΔH = Energi Pemutusan
ikatan - energi Pembentukan ikatan (kiri - kanan)
= [12 (C-Cl) + (F – F)] - [ 2 (C-F) + Cl – Cl)]
= [2 (330) + 159] – [2 (439) + 243]
= 819 – 1.121 = -302 kJ
Jawaban C
Sumber: http://ubetrojer.blogspot.com/